Home Daerah

Program Domba Kesejahteraan Bojonegoro Buktikan Dampak Nyata, Ternak Bantuan Berkembang dan Tingkatkan Pendapatan Warga

by Media Rajawali - 12 Juni 2026, 17:54 WIB

  • Oleh : Budi Hartono 

BOJONEGORO, 12 Juni 2026 — Program Domba Kesejahteraan yang dijalankan Pemerintah Kabupaten Bojonegoro melalui Dinas Peternakan dan Perikanan menunjukkan hasil yang menggembirakan. Bantuan ternak yang disalurkan kepada masyarakat pada Tahun Anggaran 2025 tidak hanya bertahan, tetapi juga berkembang menjadi aset produktif yang mampu memperkuat ketahanan ekonomi keluarga penerima manfaat.

Di Desa Ngraho, Kecamatan Gayam, suara kambing yang memenuhi kandang milik Lasmini menjadi gambaran nyata keberhasilan program tersebut. Dari bantuan awal berupa sepasang kambing yang diterimanya tahun lalu, kini jumlah ternak yang dimilikinya telah berkembang menjadi tujuh ekor.

Lasmini menuturkan bahwa kambing betina yang diterimanya berhasil berkembang biak dan melahirkan tiga anak. Sementara itu, kambing jantan dijual menjelang Hari Raya Iduladha, dan hasil penjualannya digunakan untuk membeli tiga ekor anakan kambing tambahan.

Awalnya saya menerima dua ekor kambing dari Pemerintah Kabupaten Bojonegoro. Kambing betina kemudian beranak tiga ekor. Kambing jantan saya jual dan hasilnya digunakan untuk membeli tiga ekor anakan lagi. Sekarang jumlah ternak saya menjadi tujuh ekor,” ujarnya saat ditemui pada Kamis (11/6/2026).

Keberhasilan tersebut tidak terlepas dari ketelatenan dalam pemeliharaan ternak. Untuk memenuhi kebutuhan pakan, Lasmini memanfaatkan rumput yang tersedia di lingkungan sekitar serta menambahkan ampas tahu sebagai sumber nutrisi tambahan. Menurutnya, kombinasi pakan tersebut membantu menjaga kesehatan ternak sekaligus mendukung pertumbuhan yang optimal.

Capaian serupa juga dirasakan Warsi, warga Desa Ngraho lainnya yang turut menjadi penerima Program Domba Kesejahteraan. Dari bantuan awal berupa dua ekor kambing yang dilengkapi pakan dan vitamin, jumlah ternaknya kini juga berkembang menjadi tujuh ekor.

Baca juga:

Warsi menjelaskan bahwa perawatan ternak relatif mudah dilakukan selama kebutuhan pakan dan kesehatan hewan terpenuhi. Selain mengandalkan pakan hijauan berupa rumput, ia secara rutin membeli ampas tahu untuk melengkapi kebutuhan nutrisi ternaknya.

Selain rumput, saya juga membeli ampas tahu untuk memenuhi kebutuhan nutrisi kambing,” katanya.

Program Domba Kesejahteraan tidak berhenti pada pemberian bantuan ternak semata. Pemerintah Kabupaten Bojonegoro melalui Dinas Peternakan dan Perikanan juga memberikan pendampingan berkelanjutan kepada para penerima manfaat. Petugas lapangan secara rutin melakukan pemantauan kesehatan ternak, pemberian vitamin, serta pendampingan teknis guna memastikan produktivitas ternak tetap terjaga.

Pendekatan tersebut menjadi faktor penting dalam menjaga keberlangsungan program. Dengan dukungan teknis yang konsisten, masyarakat tidak hanya menerima bantuan, tetapi juga memperoleh pengetahuan dan keterampilan yang diperlukan untuk mengembangkan usaha peternakan secara mandiri.

Keberhasilan yang dicapai Lasmini dan Warsi mencerminkan efektivitas program pemberdayaan berbasis peternakan yang dijalankan Pemerintah Kabupaten Bojonegoro. Pertumbuhan jumlah ternak yang signifikan dalam waktu relatif singkat menunjukkan bahwa bantuan yang diberikan mampu berkembang menjadi sumber ekonomi produktif bagi keluarga penerima.

Di tengah upaya pemerintah daerah memperkuat kesejahteraan masyarakat melalui sektor ekonomi kerakyatan, Program Domba Kesejahteraan hadir sebagai salah satu model pemberdayaan yang berorientasi pada keberlanjutan. Melalui pengelolaan yang tepat, bantuan ternak tidak hanya menjadi sarana pemenuhan kebutuhan jangka pendek, tetapi juga berpotensi menjadi investasi produktif yang mendukung peningkatan pendapatan dan kemandirian ekonomi warga di masa depan.

Dengan hasil yang mulai terlihat di berbagai desa penerima manfaat, program ini diharapkan terus berkembang dan menjangkau lebih banyak masyarakat, sekaligus memperkuat peran sektor peternakan sebagai salah satu pilar pembangunan ekonomi pedesaan di Kabupaten Bojonegoro.

Share :