- Oleh : Budi Hartono
TUBAN, Jawa Timur — Proyek penguatan tebing di Desa Selogabus, Kecamatan Parengan, Kabupaten Tuban, yang dibiayai melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun Anggaran 2025, hingga kini belum menunjukkan penyelesaian sesuai jadwal. Pantauan di lapangan pada Jumat (19/12) memperlihatkan pekerjaan masih tertahan, sementara kualitas penataan batu bronjong memunculkan tanda tanya serius.
Berdasarkan papan informasi proyek, pekerjaan penguatan tebing tersebut memiliki nilai anggaran sebesar Rp1.842.064.000 dan dijadwalkan berlangsung sejak 12 November hingga 26 Desember 2025. Namun, dengan sisa waktu pelaksanaan yang semakin sempit, progres fisik di lapangan dinilai belum sebanding dengan tenggat yang ditetapkan.
Sorotan utama tertuju pada penataan material batu bronjong. Sejumlah tumpukan batu terlihat belum terpasang, sementara susunan bronjong yang sudah dibentuk menunjukkan banyak rongga dan ketidakteraturan. Kondisi ini menimbulkan kekhawatiran akan kekuatan struktur penguat tebing, mengingat fungsi utama bronjong adalah menahan gerusan air dan menjaga stabilitas tanah dalam jangka panjang.
Baca juga:
Pengamatan visual juga memperlihatkan material batu masih menumpuk di sekitar lokasi pekerjaan, menandakan proses pemasangan belum berjalan optimal. Penataan yang berongga berpotensi mengurangi daya ikat antar batu, sehingga dikhawatirkan berdampak pada ketahanan konstruksi saat debit air meningkat, khususnya pada musim hujan.
Sejumlah warga setempat menyampaikan kegelisahan mereka atas keterlambatan dan mutu pengerjaan. Mereka berharap proyek strategis ini tidak sekadar mengejar penyelesaian administratif, melainkan benar-benar memenuhi standar teknis yang menjamin keselamatan lingkungan sekitar.
Hingga berita ini disusun, belum ada keterangan resmi dari pihak pelaksana maupun instansi teknis terkait mengenai penyebab keterlambatan serta langkah korektif yang akan diambil untuk memastikan kualitas pekerjaan. Publik kini menanti transparansi dan pengawasan yang lebih ketat agar dana publik yang digelontorkan dapat berbuah pada infrastruktur yang kokoh, aman, dan berkelanjutan.
Dengan waktu pelaksanaan yang hampir berakhir, proyek penguatan tebing Selogabus menjadi ujian nyata bagi komitmen pelaksana dan pengawas dalam menjaga akuntabilitas pembangunan daerah, bukan hanya selesai tepat waktu, tetapi juga bermutu dan berpihak pada kepentingan masyarakat.