Home Daerah

Puskesmas Tanjungharjo Resmi Beroperasi, Perkuat Layanan Kesehatan Masyarakat Bojonegoro

by Media Rajawali - 30 Juni 2026, 21:37 WIB

  • Oleh : Budi Hartono 

BOJONEGORO – Pemerintah Kabupaten Bojonegoro terus memperkuat layanan kesehatan dasar melalui pengoperasian gedung baru Puskesmas Tanjungharjo di Kecamatan Kapas. Fasilitas kesehatan tersebut resmi mulai melayani masyarakat pada Selasa (30/6/2026), ditandai dengan peresmian yang dipimpin langsung Bupati Bojonegoro Setyo Wahono didampingi Wakil Bupati Nurul Azizah.

Peresmian diawali dengan penanaman pohon secara simbolis sebagai wujud komitmen pemerintah daerah dalam menghadirkan pelayanan kesehatan yang berkelanjutan dan selaras dengan pelestarian lingkungan. Setelah itu, rombongan meninjau berbagai fasilitas dan kesiapan layanan yang tersedia di gedung baru puskesmas.

Dalam sambutannya, Bupati Setyo Wahono menegaskan bahwa peningkatan kualitas pelayanan publik, khususnya di bidang kesehatan, merupakan salah satu tanggung jawab utama pemerintah daerah. Karena itu, ia menginstruksikan seluruh jajaran terkait untuk melakukan evaluasi terhadap kondisi puskesmas di berbagai wilayah agar kebutuhan renovasi maupun penambahan sarana dan prasarana dapat segera dipenuhi.

Menurut Wahono, keberhasilan Bojonegoro mencapai cakupan Universal Health Coverage (UHC) sekitar 99 persen menjadi modal penting dalam memperluas akses layanan kesehatan bagi masyarakat. Capaian tersebut, kata dia, tidak terlepas dari sinergi berbagai pihak, termasuk dukungan BPJS Kesehatan.

Ia berharap kehadiran Puskesmas Tanjungharjo dengan fasilitas yang lebih lengkap mampu meningkatkan mutu pelayanan sekaligus memberikan kenyamanan bagi masyarakat. Selain pelayanan medis, pengembangan fasilitas pendukung seperti ruang terbuka hijau juga dinilai penting untuk menciptakan lingkungan pelayanan yang sehat, nyaman, dan asri.

Sementara itu, Wakil Bupati Nurul Azizah menyampaikan bahwa sektor kesehatan bersama pertanian menjadi fokus utama pembangunan Kabupaten Bojonegoro sepanjang 2026. Di sisi lain, pemerintah daerah juga meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi musim kemarau panjang yang diperkirakan berlangsung hingga November mendatang.

Baca juga:

Berdasarkan data pemerintah daerah, terdapat 72 desa yang berpotensi mengalami kekeringan. Kondisi tersebut menjadi perhatian serius karena berpotensi memengaruhi kesehatan masyarakat maupun ketahanan sektor pertanian.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bojonegoro, Ninik Susmiati, menjelaskan bahwa Puskesmas Tanjungharjo secara resmi mulai memberikan pelayanan kepada masyarakat sejak hari peresmian. Izin operasional fasilitas tersebut diterbitkan pada 25 Juni 2026 melalui Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP), setelah melalui proses administrasi dan pemenuhan berbagai persyaratan.

Puskesmas yang berdiri di atas lahan seluas 7.159 meter persegi dengan luas bangunan mencapai 1.255 meter persegi ini menghadirkan peningkatan kapasitas layanan dibandingkan fasilitas sebelumnya. Jika gedung lama hanya melayani rawat jalan serta persalinan selama 24 jam, gedung baru kini dilengkapi layanan rawat inap dengan delapan tempat tidur serta tiga tempat tidur khusus bagi ibu nifas.

Penambahan fasilitas tersebut diharapkan mampu meningkatkan akses masyarakat terhadap pelayanan kesehatan yang memerlukan observasi maupun perawatan berkelanjutan tanpa harus dirujuk ke fasilitas kesehatan yang lebih jauh.

Ninik menambahkan, gedung baru Puskesmas Tanjungharjo dilengkapi berbagai layanan berbasis sistem klaster, meliputi ruang manajemen, layanan kesehatan ibu dan anak, pelayanan dewasa dan lanjut usia, penanggulangan penyakit menular serta kesehatan lingkungan, hingga ruang dukungan lintas klaster. Selain itu tersedia pula unit gawat darurat, poli gigi, instalasi farmasi, layanan gizi, dan laboratorium.

Puskesmas ini juga menjadi ujung tombak pelaksanaan berbagai program prioritas nasional, antara lain pemeriksaan kesehatan, percepatan penurunan stunting, penurunan angka kematian ibu (AKI), angka kematian bayi (AKB), serta percepatan eliminasi tuberkulosis (TBC). Seluruh layanan tersebut didukung oleh 44 tenaga kesehatan dan tenaga administrasi.

Sebagai penutup rangkaian acara, Bupati Setyo Wahono secara simbolis menyerahkan surat izin operasional Puskesmas Tanjungharjo kepada Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bojonegoro sebagai penanda dimulainya operasional penuh fasilitas kesehatan tersebut.

Dengan hadirnya gedung baru Puskesmas Tanjungharjo, Pemerintah Kabupaten Bojonegoro berharap kualitas pelayanan kesehatan primer semakin meningkat, akses masyarakat terhadap layanan medis menjadi lebih mudah, serta upaya mewujudkan pelayanan kesehatan yang merata, modern, dan berkelanjutan dapat terus diwujudkan.

Share :