Home Nasional

Rawat Tradisi Gotong Royong, TNI dan Warga Sragen Bahu-Membahu Bangun Talud Penahan Tanah

by Media Rajawali - 26 Mei 2026, 22:39 WIB

  • Oleh : Redaksi 

Sragen - Tentara Nasional Indonesia bersama masyarakat kembali menunjukkan sinergi nyata dalam pembangunan infrastruktur desa melalui kegiatan kerja bakti pembangunan talud penahan tanah di wilayah Kecamatan Kalijambe, Kabupaten Sragen, Selasa (26/5/2026).

Kegiatan yang dipimpin Babinsa Koramil 18/Kalijambe Kodim 0725/Sragen, Sertu Yono, tersebut menjadi cerminan kuatnya budaya gotong royong yang hingga kini masih terjaga di tengah kehidupan masyarakat pedesaan. Di tengah tantangan modernisasi yang perlahan mengikis budaya kolektif, keterlibatan aparat kewilayahan bersama warga dinilai mampu menjaga semangat kebersamaan sekaligus memperkuat ketahanan sosial masyarakat.

Pembangunan talud dilakukan sebagai langkah strategis untuk memperkokoh badan jalan desa yang selama ini rentan mengalami pengikisan tanah akibat aliran air dan curah hujan tinggi. Infrastruktur tersebut juga berfungsi sebagai pengaman untuk meminimalisasi risiko longsor yang dapat mengganggu akses mobilitas warga maupun aktivitas perekonomian masyarakat setempat.

Sejak pagi hari, suasana kerja bakti berlangsung penuh semangat. Warga bersama personel Babinsa tampak saling berbagi tugas secara terorganisir. Sebagian melangsir batu kali dan pasir, sementara lainnya mengaduk semen hingga menyusun pondasi talud secara bertahap agar konstruksi lebih kokoh dan tahan lama.

Baca juga:

Menurut Sertu Yono, gotong royong bukan sekadar budaya turun-temurun, melainkan juga solusi efektif dalam mempercepat pembangunan desa dengan melibatkan partisipasi aktif masyarakat.

Melalui gotong royong, pekerjaan berat menjadi lebih ringan dan cepat terselesaikan. Selain itu, fasilitas yang dibangun bersama akan menumbuhkan rasa memiliki sehingga masyarakat terdorong untuk menjaga dan merawatnya secara berkelanjutan,” ujarnya di sela kegiatan.

Ia menegaskan, pembangunan fasilitas umum seperti talud penahan tanah memiliki dampak jangka panjang yang penting bagi masyarakat desa, baik dari aspek keselamatan, kenyamanan transportasi, maupun stabilitas lingkungan sekitar.

Lebih jauh, kegiatan tersebut juga menjadi ruang sosial yang efektif dalam mempererat hubungan antarwarga serta memperkuat komunikasi antara aparat teritorial dengan masyarakat. Kehadiran Babinsa di tengah warga dinilai mampu membangun kedekatan emosional sekaligus meningkatkan semangat kebersamaan dalam menyelesaikan persoalan lingkungan secara kolektif.

Sinergi antara aparat kewilayahan, perangkat RT/RW, dan seluruh elemen masyarakat menjadi kekuatan utama dalam menjaga pembangunan desa tetap berjalan. Dengan komunikasi yang baik dan kebersamaan yang kuat, berbagai tantangan dapat dihadapi bersama,” pungkasnya.

Melalui kegiatan sederhana namun sarat makna tersebut, nilai-nilai gotong royong yang menjadi identitas bangsa kembali diperlihatkan sebagai fondasi penting dalam membangun desa yang tangguh, aman, dan berdaya saing.

Share :