- Oleh : Budi Hartono
BOJONEGORO – Ribuan warga Kabupaten Bojonegoro memadati kawasan Alun-Alun Bojonegoro, Jumat (25/9/2026), untuk mengikuti Jalan Sehat dan Senam Massal dalam rangka memperingati Hari Olahraga Nasional (Haornas) ke-43. Kegiatan yang diselenggarakan Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dinpora) Kabupaten Bojonegoro tersebut berlangsung semarak dengan mengusung tema “Satu Langkah Seribu Semangat, Bojonegoro Sehat, Bugar dan Hebat.”
Kegiatan tidak sekadar menjadi ajang olahraga bersama, tetapi juga menjadi ruang bagi masyarakat untuk membangun kebersamaan sekaligus menumbuhkan kesadaran mengenai pentingnya menjaga kebugaran. Antusiasme warga terlihat sejak rangkaian kegiatan dimulai hingga seluruh peserta menyelesaikan rute yang telah ditentukan.
Peserta memulai perjalanan dari Jalan Mas Tumapel. Dari titik tersebut, rombongan bergerak melalui Jalan Trunojoyo Selatan, Jalan Panglima Sudirman, Jalan AKBPN Soeroko, Jalan DI Panjaitan, Jalan Kartini, Jalan Rajawali, Jalan WR Supratman, Jalan Hayam Wuruk, Jalan Trunojoyo Utara, Jalan Imam Bonjol, Jalan Hasyim Asyhari, hingga Jalan Pahlawan sebelum kembali ke garis finis di Jalan Mas Tumapel.
Rute tersebut memiliki total jarak tempuh sekitar 3,62 kilometer. Dengan jarak yang relatif terukur, jalan sehat dirancang sebagai kegiatan yang dapat diikuti berbagai kelompok masyarakat sekaligus menjadi sarana sederhana untuk membangun kebiasaan berolahraga secara rutin.
Sebelum peserta dilepas, kegiatan diawali dengan pemberian penghargaan kepada sejumlah atlet muda berprestasi asal Kabupaten Bojonegoro. Penghargaan tersebut menjadi bentuk apresiasi terhadap prestasi olahraga sekaligus dorongan bagi para atlet muda untuk terus mengembangkan kemampuan dan mengharumkan nama daerah melalui cabang olahraga masing-masing.
Para atlet yang menerima penghargaan di antaranya M. Haviz Rizal Wibowo dan Rahendra Bimantara dari cabang olahraga akuatik nomor renang. Selanjutnya, Dienda Desty Zahira dan Chasya Fazila Kenar Pawestri dari cabang olahraga panahan, serta Amali Yatri Wulan dan Mohamad Rizky Tri Nugroho dari cabang olahraga atletik.
Bupati Bojonegoro Setyo Wahono mengatakan, peringatan Haornas 2026 tidak semestinya dipandang hanya sebagai kegiatan seremonial atau agenda administratif. Menurutnya, momentum tersebut memiliki arti penting dalam membangun kesadaran masyarakat agar olahraga menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari.
Baca juga:
Tujuannya agar seluruh masyarakat Kabupaten Bojonegoro menjadi masyarakat yang sehat dan produktif,” ujar Setyo Wahono dalam sambutannya.
Ia menekankan bahwa olahraga tidak seharusnya berhenti sebagai gagasan atau sekadar dilakukan pada momentum tertentu. Lebih dari itu, aktivitas olahraga perlu ditempatkan sebagai bagian dari budaya hidup dan kebiasaan sehari-hari.
Menurut Setyo, masyarakat yang terbiasa menjaga kebugaran diharapkan mampu membangun pola hidup yang lebih sehat. Kondisi tersebut pada akhirnya dapat mendukung produktivitas masyarakat sekaligus mendorong generasi muda untuk tumbuh sebagai sumber daya manusia yang sehat dan mampu memberikan kontribusi positif bagi lingkungan sekitarnya.
Bupati juga menilai kegiatan jalan sehat dan senam massal memiliki manfaat yang lebih luas. Selain menjaga kesehatan fisik, olahraga bersama dapat menjadi ruang interaksi sosial yang mempertemukan masyarakat dari berbagai latar belakang dalam suasana yang santai dan penuh kebersamaan.
Dengan mengucapkan bismillahirrahmanirrahim, jalan sehat yang dirangkaikan dengan senam massal bisa dimulai,” kata Bupati Wahono saat melepas peserta.
Setelah seluruh peserta menyelesaikan rute dan tiba di garis finis, kegiatan berlanjut dengan senam massal. Suasana semakin meriah dengan hiburan yang disiapkan panitia untuk masyarakat yang hadir.
Rangkaian acara kemudian ditutup dengan pengundian kupon hadiah doorprize yang sebelumnya dibagikan kepada peserta jalan sehat. Beragam hadiah disediakan bagi warga yang beruntung, mulai dari sepeda, telepon seluler, smartwatch, hingga berbagai perlengkapan dan kebutuhan olahraga.
Melalui peringatan Haornas ke-43, semangat olahraga di Bojonegoro tidak hanya diterjemahkan melalui kegiatan massal dalam satu hari. Momentum tersebut sekaligus menjadi pengingat bahwa kebugaran masyarakat dibangun melalui kebiasaan yang dilakukan secara konsisten, sehingga olahraga dapat tumbuh sebagai bagian dari budaya hidup masyarakat Bojonegoro.