Home Daerah

Sedekah Bumi Kesongo, Merawat Warisan Leluhur dan Menyambut Inovasi Pertanian Masa Depan

by Media Rajawali - 30 Mei 2026, 20:34 WIB

  • Oleh : Budi Hartono 

BOJONEGORO — Di tengah arus modernisasi yang terus bergerak cepat, masyarakat Desa Kesongo, Kecamatan Kedungadem, Kabupaten Bojonegoro, tetap teguh menjaga akar budaya yang telah diwariskan lintas generasi. Tradisi Sedekah Bumi yang digelar pada Sabtu (30/5/2026) menjadi bukti nyata bahwa nilai-nilai kearifan lokal masih hidup dan menjadi bagian penting dalam kehidupan masyarakat pedesaan.

Perhelatan budaya yang sarat makna tersebut berlangsung meriah dan khidmat. Ratusan warga dari berbagai kalangan berkumpul mengikuti rangkaian kegiatan sebagai bentuk ungkapan syukur atas hasil panen yang diperoleh sekaligus penghormatan kepada para leluhur yang telah membuka dan membangun desa sejak masa lampau.

Kegiatan itu semakin istimewa dengan kehadiran Wakil Bupati Bojonegoro, Nurul Azizah, yang disambut hangat oleh masyarakat. Kehadirannya menjadi simbol dukungan pemerintah daerah terhadap pelestarian tradisi budaya yang menjadi identitas masyarakat Bojonegoro.

Bagi warga Desa Kesongo, Sedekah Bumi bukan sekadar agenda seremonial tahunan. Tradisi tersebut merupakan bagian dari perjalanan sejarah desa yang telah berlangsung turun-temurun sejak masyarakat menggantungkan kehidupan pada sektor pertanian. Dalam perspektif budaya agraris, Sedekah Bumi menjadi wujud syukur atas keberkahan hasil bumi sekaligus simbol harmonisasi hubungan antara manusia, alam, dan nilai-nilai spiritual yang diyakini masyarakat.

Setiap tahunnya, warga membawa berbagai hasil pertanian, sajian tradisional, serta mengikuti doa bersama yang menjadi inti dari pelaksanaan tradisi tersebut. Momentum ini juga menjadi ruang mempererat silaturahmi dan memperkuat rasa kebersamaan antarwarga.

Kepala Desa Kesongo, Kusnadi, dalam sambutannya menegaskan bahwa Sedekah Bumi merupakan warisan budaya yang harus terus dijaga keberlangsungannya.

Tradisi ini mengajarkan pentingnya gotong royong, kebersamaan, serta penghormatan kepada para leluhur yang telah merintis dan membangun Desa Kesongo hingga menjadi seperti sekarang," ujarnya.

Senada dengan itu, Wakil Bupati Bojonegoro Nurul Azizah memberikan apresiasi atas komitmen masyarakat yang tetap menjaga tradisi di tengah perkembangan zaman yang semakin dinamis.

Menurutnya, budaya lokal memiliki peran penting sebagai fondasi identitas sekaligus perekat sosial masyarakat.

Baca juga:

Tradisi seperti ini harus terus dilestarikan. Kita harus bangga dengan budaya sendiri karena budaya adalah identitas sekaligus kekuatan masyarakat. Sedekah Bumi menjadi pengingat bahwa hasil yang kita nikmati hari ini tidak lepas dari perjuangan para leluhur dan kerja keras masyarakat," tutur Nurul Azizah.

Selain menghadiri kegiatan budaya, Pemerintah Kabupaten Bojonegoro juga memanfaatkan momentum tersebut untuk memperluas sosialisasi berbagai program pembangunan yang menyentuh kebutuhan dasar masyarakat.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bojonegoro, Ninik Susmiati, memperkenalkan program layanan cek kesehatan gratis yang dapat diakses seluruh masyarakat hanya dengan menunjukkan kartu tanda penduduk (KTP) di puskesmas terdekat.

Layanan tersebut mencakup pemeriksaan tekanan darah, kadar gula darah, kolesterol, asam urat, kesehatan jantung, serta deteksi dini berbagai faktor risiko penyakit lainnya.

Jangan menunggu sakit untuk memeriksakan kesehatan. Pemerintah Kabupaten Bojonegoro telah menyediakan layanan cek kesehatan gratis di masing-masing puskesmas agar masyarakat tetap sehat," jelas Ninik.

Di sektor pertanian, Pemerintah Kabupaten Bojonegoro juga terus mendorong peningkatan produktivitas melalui inovasi teknologi dan pengembangan benih unggul. Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Bojonegoro, Zaenal Fanani, menyampaikan bahwa Desa Kesongo direncanakan menjadi lokasi percontohan pengembangan benih padi unggul Gamagora.

Menurut Zaenal, penggunaan benih tersebut diharapkan mampu meningkatkan hasil panen secara signifikan.

Desa Kesongo nanti akan kami jadikan pilot project percontohan benih padi Gamagora. Harapannya, produksi padi yang sebelumnya sekitar enam ton per hektare dapat meningkat menjadi delapan ton per hektare," katanya.

Puncak kegiatan ditandai dengan kirab gunungan hasil bumi yang diarak dari rumah Kepala Desa menuju Punden Agung. Ribuan pasang mata menyaksikan prosesi tersebut yang berlangsung penuh khidmat sekaligus semarak, mencerminkan perpaduan harmonis antara nilai budaya, spiritualitas, dan kebersamaan masyarakat.

Lebih dari sekadar tradisi tahunan, Sedekah Bumi di Desa Kesongo menjadi cermin bagaimana masyarakat mampu menjaga keseimbangan antara pelestarian warisan budaya dan semangat pembangunan. Di tengah berbagai program peningkatan kesehatan dan produktivitas pertanian yang terus digulirkan pemerintah, tradisi ini menegaskan bahwa kemajuan desa tidak hanya diukur dari pembangunan fisik, tetapi juga dari kemampuan masyarakat merawat identitas, nilai-nilai luhur, dan kebersamaan yang menjadi fondasi kehidupan sosial mereka.

Share :