- Oleh : Budi Hartono
BOJONEGORO – Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Kabupaten Bojonegoro diwarnai kegiatan sederhana namun sarat makna. Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kabupaten Bojonegoro mengawali rangkaian peringatan dengan memanen sayuran sekaligus menanam bibit cabai, tomat, dan terong di halaman Kantor TP PKK Kabupaten Bojonegoro, Kamis (13/8/2026).
Kegiatan tersebut tidak sekadar menjadi bagian dari agenda menyambut momentum kemerdekaan. Di balik aktivitas bercocok tanam, para kader TP PKK membangun kembali semangat kebersamaan, kepedulian, dan gotong royong yang menjadi bagian penting dalam gerakan pemberdayaan masyarakat.
Usai memanen sayuran, para kader bersama-sama menanam sejumlah bibit tanaman pangan. Aktivitas sederhana itu menjadi simbol bahwa semangat kemerdekaan dapat diwujudkan melalui kegiatan yang dekat dengan kehidupan masyarakat dan memberi manfaat secara nyata.
Ketua TP PKK Kabupaten Bojonegoro, Cantika Wahono, mengatakan peringatan kemerdekaan semestinya tidak hanya dirayakan melalui seremoni, tetapi juga diisi dengan kegiatan yang memberikan manfaat serta mempererat hubungan antarkader.
Syukur Alhamdulillah, pada pagi hari ini kita memulai hari dengan sesuatu yang sangat bermanfaat. Tadi kita sudah memetik atau memanen sayuran,” ujarnya.
Dari halaman Kantor TP PKK, rangkaian kegiatan kemudian berlanjut ke Pendopo Malowopati. Para kader mengikuti berbagai permainan dalam suasana santai melalui kegiatan fun game bertajuk “Kompak, Sehat, Bahagia”.
Berbagai permainan tersebut berlangsung penuh antusias. Para peserta saling memberikan dukungan, bekerja sama, dan menikmati suasana kebersamaan. Kegiatan itu sekaligus menjadi ruang untuk memperkuat kekompakan antara kader TP PKK di tingkat kabupaten dan kecamatan.
Baca juga:
Menurut Cantika, kebersamaan dan gotong royong bukan sekadar slogan, melainkan nilai yang perlu terus dipelihara dalam menjalankan gerakan TP PKK. Terlebih, kader TP PKK memiliki posisi strategis karena bersentuhan langsung dengan masyarakat hingga tingkat desa.
Ada banyak hal yang bisa kita lakukan selain semangat gotong royong, semangat kebersamaan. Hari ini kita melaksanakan kegiatan fun game dengan taglinenya Kompak, Sehat, Bahagia,” tuturnya.
Ia menegaskan, tantangan yang dihadapi masyarakat tidak dapat diselesaikan oleh satu pihak secara sendiri-sendiri. Berbagai persoalan, mulai dari penurunan angka stunting, pengentasan kemiskinan, anak tidak sekolah, pernikahan anak, hingga persoalan kesehatan seperti tuberkulosis (TBC), membutuhkan kerja bersama dan koordinasi lintas pihak.
Kita perlukan semangat kolaborasi, semangat sinergi untuk persoalan-persoalan yang ada di masyarakat,” katanya.
Bagi TP PKK, lanjut Cantika, kekompakan antarkader menjadi modal penting untuk memastikan berbagai program pemberdayaan berjalan hingga lapisan masyarakat paling bawah. Pendampingan tidak berhenti pada tingkat kabupaten, tetapi harus diteruskan melalui kader di kecamatan dan desa.
Karena itu, ia berharap hubungan yang guyub dan semangat gotong royong yang selama ini terbangun di lingkungan TP PKK dapat terus dipertahankan. Menurutnya, persoalan yang muncul di tengah masyarakat membutuhkan kehadiran bersama, mulai dari tingkat desa, kecamatan hingga kabupaten.
Terima kasih untuk ibu-ibu yang selalu guyub, selalu rukun, selalu dengan semangat gotong royongnya, dengan semangat kebersamaannya. Ini nilai-nilai yang kita bangun selama ini di TP PKK,” pungkasnya.
Rangkaian kegiatan menyambut HUT ke-81 Kemerdekaan RI tersebut pada akhirnya menjadi lebih dari sekadar perayaan. Panen, menanam, hingga permainan bersama menjadi cara sederhana TP PKK Bojonegoro menerjemahkan semangat kemerdekaan ke dalam kerja kolektif: saling menguatkan, bergerak bersama, dan hadir untuk menjawab persoalan masyarakat.