Home Olahraga

Tiga Kreator Bojonegoro Menangi Lomba Desain Logo HJB ke-349

by Media Rajawali - 21 September 2026, 20:43 WIB

  • Oleh : Budi Hartono 

BOJONEGORO — Tiga kreator asal Kabupaten Bojonegoro berhasil meraih posisi teratas dalam Lomba Desain Logo Hari Jadi Bojonegoro (HJB) ke-349 Tahun 2026 yang diselenggarakan Pemerintah Kabupaten Bojonegoro melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar).

Ketiga kreator tersebut adalah Ahmad Aziz Saputra dari Desa Tulungrejo, Kecamatan Trucuk, yang meraih Juara 1; Muhamad Ilmi Baihaqi dari Desa Nglarangan, Kecamatan Kanor, sebagai Juara 2; serta Hary Wahyu Utomo dari Desa Ngumpakdalem, Kecamatan Dander, yang menempati Juara 3.

Karya Ahmad Aziz Saputra sebagai pemenang pertama selanjutnya ditetapkan sebagai desain logo resmi Hari Jadi Bojonegoro ke-349 Tahun 2026. Logo tersebut dijadwalkan diperkenalkan kepada masyarakat pada Rabu, 23 September 2026.

Kepala Disbudpar Bojonegoro Elzadeba Agustina mengatakan, penetapan para pemenang dilakukan setelah seluruh karya melewati rangkaian seleksi dan penilaian oleh dewan juri. Dari keseluruhan peserta yang mendaftarkan karya, proses seleksi menghasilkan 10 desain terbaik sebelum akhirnya ditetapkan tiga pemenang.

Dari 112 pendaftar lomba desain logo HJB ke-349, disaring menjadi 10 besar yang saat ini sudah ditetapkan tiga pemenang. Karya Juara 1 nantinya digunakan sebagai logo resmi HJB ke-349 dan rencananya akan kami launching besok Rabu,” ujarnya.

Baca juga:

Menurut Elzadeba, penilaian tidak semata-mata didasarkan pada tampilan visual sebuah logo. Dewan juri mempertimbangkan sejumlah aspek yang menentukan sejauh mana sebuah desain mampu menyampaikan identitas dan tema Hari Jadi Bojonegoro sekaligus digunakan secara efektif dalam berbagai kebutuhan publikasi.

Empat aspek menjadi dasar penilaian. Relevansi desain dengan tema HJB ke-349 memiliki bobot 30 persen, demikian pula unsur estetika sebesar 30 persen. Sementara orisinalitas karya diberi bobot 20 persen dan kemampuan mengaplikasikan desain pada berbagai media juga sebesar 20 persen.

Lomba desain logo tersebut mengangkat tema “Berdaya Saing dan Bertransformasi Menuju Bojonegoro Adil dan Makmur.” Tema itu menjadi pijakan bagi para peserta untuk menerjemahkannya ke dalam karya visual yang sederhana, artistik, sekaligus mudah diaplikasikan pada berbagai media.

Selain aspek estetika dan relevansi, penyelenggara juga menekankan keaslian karya. Setiap desain wajib merupakan hasil kreativitas peserta sendiri dan tidak diperbolehkan mengandung unsur suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA), menjiplak karya yang telah ada, maupun menggunakan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) dalam proses pembuatannya.

Atas prestasi tersebut, Juara 1 memperoleh hadiah sebesar Rp5 juta, Juara 2 Rp3 juta, dan Juara 3 Rp2,5 juta. Pajak atas hadiah menjadi tanggung jawab masing-masing pemenang.

Melalui kompetisi tersebut, Pemerintah Kabupaten Bojonegoro tidak hanya memilih identitas visual untuk memperingati usia 349 tahun daerah tersebut, tetapi juga membuka ruang bagi kreativitas masyarakat lokal untuk mengambil bagian dalam merepresentasikan perjalanan dan arah pembangunan Bojonegoro melalui karya visual.

Share :