Home Nasional

Wakil Bupati Bojonegoro Hadiri Peresmian Museum Marsinah, Presiden Prabowo Tegaskan Komitmen Keadilan Sosial

by Media Rajawali - 18 Mei 2026, 12:01 WIB

  • Oleh : Budi Hartono 

NGANJUK — Pemerintah Indonesia menandai sebuah momentum penting dalam perjalanan sejarah perjuangan buruh nasional melalui peresmian Museum Marsinah di Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, Sabtu (16/5/2026). Peresmian museum tersebut dilakukan langsung oleh Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, disaksikan sejumlah pejabat pemerintah daerah, tokoh masyarakat, aktivis buruh, serta undangan dari berbagai elemen bangsa.

Di antara para tamu yang hadir, tampak Wakil Bupati Bojonegoro, Nurul Azizah, yang mewakili Pemerintah Kabupaten Bojonegoro dalam agenda nasional tersebut. Kehadirannya mencerminkan dukungan pemerintah daerah terhadap penguatan nilai keadilan sosial, perlindungan hak pekerja, serta penghormatan terhadap sejarah perjuangan rakyat kecil di Indonesia.

Museum Marsinah dibangun sebagai simbol penghormatan negara terhadap almarhumah Marsinah, sosok buruh perempuan yang dikenal luas karena keberaniannya memperjuangkan hak-hak pekerja pada era industrialisasi nasional. Nama Marsinah telah lama menjadi representasi perjuangan kaum buruh dalam menuntut keadilan, perlindungan hukum, dan kesejahteraan yang layak.

Dalam sambutannya, Presiden Prabowo menegaskan bahwa keberadaan Museum Marsinah bukan semata-mata sebagai ruang penyimpanan sejarah, melainkan sebagai pengingat kolektif bangsa atas pentingnya menjunjung nilai kemanusiaan dan keadilan sosial.

Menurut Presiden, tragedi yang pernah menimpa Marsinah tidak seharusnya terjadi di negara yang berlandaskan Pancasila dan menjunjung tinggi harkat manusia. Ia menekankan bahwa pembangunan nasional harus berpihak kepada kelompok masyarakat rentan yang selama ini menjadi tulang punggung perekonomian bangsa.

Baca juga:

Negara harus hadir untuk melindungi rakyat dan memastikan kesejahteraan dirasakan secara adil,” tegas Presiden Prabowo di hadapan para tamu undangan.

Dalam kesempatan tersebut, Presiden juga mengumumkan bahwa Marsinah telah resmi ditetapkan sebagai pahlawan nasional. Penetapan itu menjadi bentuk penghormatan negara atas keberanian dan pengorbanannya dalam memperjuangkan hak-hak pekerja Indonesia.

Keberadaan Museum Marsinah di Kabupaten Nganjuk dinilai memiliki makna strategis dalam merawat memori sejarah bangsa sekaligus memperkuat kesadaran kolektif mengenai pentingnya perlindungan terhadap buruh dan kelompok masyarakat kecil lainnya. Museum itu diharapkan menjadi ruang edukasi publik yang mampu menginspirasi generasi muda tentang nilai perjuangan, keberanian, dan kemanusiaan.

Presiden Prabowo turut mengajak seluruh elemen bangsa, mulai dari pemerintah, pelaku usaha, hingga masyarakat sipil, untuk memperkuat semangat keadilan sosial dan keberpihakan terhadap rakyat kecil. Menurutnya, pembangunan yang berkelanjutan tidak boleh meninggalkan kelompok masyarakat yang selama ini memiliki kontribusi besar dalam menggerakkan roda ekonomi nasional, seperti buruh, petani, nelayan, dan pekerja sektor informal.

Sementara itu, kehadiran Wakil Bupati Bojonegoro Nurul Azizah dalam acara tersebut sekaligus mempertegas komitmen Pemerintah Kabupaten Bojonegoro dalam mendukung penguatan nilai-nilai kebangsaan, kemanusiaan, serta perlindungan terhadap hak-hak masyarakat dan pekerja di Indonesia.

Peresmian Museum Marsinah menjadi penanda penting bahwa sejarah perjuangan rakyat tidak hanya dikenang, tetapi juga dijadikan pijakan moral dalam membangun Indonesia yang lebih adil, manusiawi, dan berkeadaban.

Share :